PENGERTIAN
Teori sosial psikoanalitik yang dikemukakan oleh Karen Horney merupakan teori yang dibangun atas dasar asumsi atau pendapat bahwa kondisi-kondisi sosial dan budaya, khususnya pengalaman masa kanak-kanak, sebagian besar bertanggungjawab bagi pembentukan kepribadian manusia.
KONSEP DASAR :
- Menurut Horney, pengaruh-pengaruh budayasebagai basis utama perkembangan kepribadiandan Pengaruh budaya tersebut terutama terjadipada masa kanak-kanak.
- Manusia yang tidak pernah terpuaskan kebutuhannya atas cinta dan kasih sayang selama masa kanak-kanak akan mengembangkan permusuhan dasar (basichostility) terhadap orang tua mereka dan sebagai konsekuensinya, menderita kecemasan dasar (basic anxiety).
HAL-HAL YANG MEMPENGARUHITEORI SOSIAL PSIKOANALITIK :
- Keamanan dan kepuasan
- Kecemasan dasar
- Horney mengatakan bahwa setiap mekanis mepertahanan diri ini dapat menjadi bagian dari permanen dari kepribadian. Horney menyebutkan sepuluh kebutuhan, dimana didefinisikan sebagai neurotik. ”Sepuluhkebutuhan neurotik “
10 KATEGORI KEBUTUHAN NEUROTIK :
- Kebutuhan neurotik akan kasih sayang dan penerimaan diri :
- Berusaha dengan cara apapun untuk menyenangkan orang lain
- Berusaha untuk memenuhi harapan orang
- Takut menyatakan bahwa dirinya benar
- Kurang nyaman dengan permusuhan dan pertengkaran orang lain dan rasa permusuhan dalam diri
- Kebutuhan neurotik akan rekan yang kuat :
- Disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri
- Penilaian yang terlalu tinggi terhadap cinta dan takut akan kesendirian/ditinggalkan
- Kebutuhan neurotik untuk membatasi hidup dalam lingkungan yang sempit :
- Berusaha untuk tidak menonjol dan merasa puas dengan stimulus yang sedikit
- Low achiever
- Takut membuat permintaan yang membebani orang lain
- Kebutuhan neurotik akan kekuasaan :
- Biasanya barengi kebutuhan akan penghargaan sosial dan kepemilikan
- Muncul dalam bentuk mengatur orang lain dan menghindari perasaan lemah dan tidak pintar
- Kebutuhan neurotik untuk memanfaatkan orang lain :
- Sering kali menilai orang lain berdasarkan kegunaan orang tersebut pada mereka
- Takut dimanfaatkan orang lain
- Kebutuhan neurotik akan penghargaan sosial :
- Berusaha menjadi orang pertama dan orang paling penting
- Menarik perhatian orang lain agar tertuju pada dirinya
- Kebutuhan neurotik akan kekaguman pribadi :
- Harga diri yang tinggi harus terus ditunjang dengan kekaguman dan penerimaan dari orang lain
- Kebutuhan neurotik akan ambisi dan pencapaian pribadi :
- Mempunyai dorongan yang kuat untuk menjadi yang terbaik
- Harus mengalahkan orang lain untuk membuktikan keunggulannya
- Kebutuhan neurotik akan kemandirian dan kebebasan :
- Ingin menjauh dari orang lain untuk membuktikan bahwa mereka mampu hidup tanpa orang lain
- Contohnya : playboy yang tidak bisa terikat dalam sebuah hubungan
- Kebutuhan neurotik akan kesempurnaan dan ketidakmungkinan untuk salah :
- Berusaha semaksimal mungkin untuk sempurna.
- Takut salah dan takut memiliki kelemahan pribadi.
- Selalu menyembunyikan kelemahannya dari orang lain
CONTOH KASUS :
Winda adalah seorang perempuan berusia 20 tahun. Winda anak kedua dari 4 bersaudara, kakaknya laki-laki berusia 23 tahun, dan dua adiknya perempuan berusia 17 dan 15 tahun. Sejak kecil hubungan Winda dengan ibunya sangat buruk, bahkan Winda merasa sangat membenci ibunya. Winda menganggap ibunya adalah sumber penderitaan bagi diri dan keluarganya. Pada waktu Winda berusia 5 tahun, ibunya pergi dari rumah, kabur dengan laki-laki, padahal waktu itu adik Winda yang paling kecil baru berusia 3 bulan. Ibunya tidak pernah bercerai dari ayahnya. Empat bulan sebelum ibunya kabur, ayah Winda mengalami kecelakaan, sehingga sulit berjalan. Sepeninggal ibunya, Winda dan saudara-saudaranya diurus oleh kakek-neneknya yang rumahnya bersebelahan. Sejak itu Winda tidak bertemu lagi dengan ibunya. Karena kepergian ibunya, Winda hanya sekolah sampai pertengahan kelas 4 SD. Badannya yang besar & kuat membuat Winda bisa membantu bekerja di sawah dan mengerjakan urusan rumah tangga. Waktunya habis untuk mengurusi keluarga. Kakaknya sekolah sampai lulus SMP dan kedua adiknya meneruskan sekolah sampai SMP juga. Ketika Winda remaja, ibunya datang dan menyampaikan keinginannya untuk kembali bersama lagi dengan keluarga Winda melalui salah satu saudaranya. Namun, reaksi winda sangat keras menolak ibunya. Kepada bapaknya dia mengancam, “Bapak mau pilih ibu atau saya”. Jika bapak pilih ibu, saya akan kabur dan tidak akan pernah kembali. Hati ini masih sakit dan malu jadi cemoohan orang-orang” Saat ini hubungan Winda dengan ayahnya tidak terlalu dekat, bahkan cenderung kaku. Winda jarang berkomunikasi dengan ayahnya (tidak pernah bercanda). Dia hanya berkomunikasi jika ada hal-hal yang penting atau jika dia ingin minta uang. Menurut winda, ayahnya seorang yang pendiam dan sabar. Kebetulan Winda sering marah bahkan kalau sudah marah sering kabur dari rumah atau pergi ke rumah temannya beberapa hari dan ayahnya tidak pernah memarahinya. Jika minta uang, Winda tidak mau ditanya alasannya. Jika ditanya dia menjadi marah. Meskipun di lingkungan rumah Winda termasuk orang yang suka marah dan kaku, tetapi di lingkungan tetangganya Winda termasuk anak yang baik dan ramah. Dalam pergaulan dengan teman sejenis sangat akrab dan ramah. Winda tidak pelit & suka membantu sehingga teman-teman senang bersamanya. Winda juga punya banyak teman laki-laki. Rumahnya tidak pernah sepi dari teman-temannya. Winda tanpa merasa risih jika kemana-mana harus diantar oleh teman laki-lakinya berganti-ganti, bahkan winda merasa enak saja menerimanya jika teman-teman laki-lakinya memberi uang atau membelikannya baju meskipun teman itu bukan pacarnya. Winda sering berganti-ganti pacar. Jika berpacaran, Winda tidak serius dan bahkan masih sempat memikirkan laki-laki lain. Jika keluarganya menunjukkan sikap kurang setuju dengan pacarnya, Winda langsung memutus laki-laki tersebut dan ganti dengan laki-laki lain. Menurutnya berpacaran itu harus mencari laki-laki yang ganteng dan punya motor. Suatu ketika Winda cinta sekali dengan salah seorang laki-laki. Namun, perilaku laki-laki tersebut sangat kasar, tidak menghargai keluarganya, bahkan jika main ke rumahnya tidak mau berkomunikasi dengan yang lain kecuali dengannya. Jika sedang di rumah, Winda cenderung suka marah-marah dan sering merasa jengkel meskipun dengan orang-orang di luar rumahnya dia dikenal orang yang sangat baik dan ramah. Jika adik-adiknya bersikap atau berperilaku yang tidak disukainya, dia langsung marah-marah. Namun, kemarahannya tidak sampai merusak barang-barang atau memukul adiknya. Reaksi marahnya hanya muncul dalam bentuk kata-kata saja. Isi kata-katanya selalu mengungkit bahwa ddirinyala yang selama ini sudah membanting tulang untuk andil membesarkan adik-adiknya. Jika kekesalannya sudah memuncak, Winda akan kabur dari rumah beberapa hari dan setelah merasa tenang ia akan kembali karena selama pergi dia selalu curhat dengan teman-temannya.
KAJIAN TEORI
- Dalam teori Horney, pusat kepribadian bukanlah sex atau agresif tapi kebutuhan dan usaha untuk memperoleh rasa aman.
- Konsep utama membentuk kepribadian adalah kecemasan dasar yang dimiliki oleh anak.
- Pada dasarnya dalam diri seseorang ada kecenderungan untuk memiliki kebutuhan neurotik, namun bagaimana seseorang menjadi neurotik dipengaruhi banyak faktor.
- Horney menyajikan suatu daftar dari sepuluh kebutuhan yang didapat sebagai konsekuensi dari usaha mencari pemecahan masalah gangguan dalam relasi antar manusia (1942).
ANALISIS KASUS
- Dari kasus di atas kita dapat melihat bahwa Winda memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan dengan orang tuanya dimasa kecilnya. Dimana dia tidak mendapatkan rasa sayang oleh ibunya. Winda juga harus mengalami berpisah dengan ibunya di usia 5 tahun dan harus kehilangan masa menyenangkannya mengenal bangku sekolah yang digantikan dengan bekerja di sawah untuk membantu kehidupan dengan keluarga.
- Dalam teorinya Horney mengatakan bahwa masa kanak-kanak membentuk struktur karakter tertentu atau memulai perkembangan seorang anak. Masa kanak-kanak adalah masa-masa yang sangat penting. Anak-anak perlu merasakn cinta yang tulus dan kedisiplinan yang baik, sehinga memberikan rasa aman dan puas dalam diri mereka dan membuat mereka tumbuh menjadi sesuai dengan diri mereka sebenarnya (real self). Apabila orang tua tidak dapat memenuhi kebutuhan anak akan keamanan dan kepuasan maka sang anak akan mengembangkan perasaan permusuhan dasar (basic hostility) sebagai reaksi mempertahankan diri dari ancaman tersebut.
- Rasa tidak aman dan kurangnya kasih sayang yang diberikan ibu sejak semasa kecil, menumbuhkan rasa permusuhan dasar dalam diri seorang Winda kecil. Tekanan tambahan yang terus menerus dihadirkan dari sosok ibu dalam kehidupan masa kanak-kanak Winda membuatnya membenci sosok ibunya dan menganggap ibu sebagai sumber penderitaannya.
- Dalam masa kanak-kanak, dia bukan hanya kehilangan perasaan aman dan kasih sayang dari ibunya, namun juga kehilangan masa sekolahnya dan masa bermain dengan teman-temannya dikarenakan dia harus bekerja mengurusi keluarganya. Tekanan dan rasa permusuhan yang timbul dan terus ada dalam diri seorang Winda muda menjadi lahan yang subur untuk berkembangnya neurotik dalam dirinya.
- Winda adalah seseorang yang memiliki the neurotic need for a powerful partner (kebutuhanakan rekan yang kuat). Kebutuhan ini ditunjukannya dalam bentuk kencan dengan banyak pria, dia membutuhkan pria-pria di luar rumahnya yang seolah menjadi rasa aman pengganti yang tidak ia dapatkan di rumah. Dia juga mencari kebutuhan akan rekan yang kuat dari teman-temannya, ini terlihat dari bagaimana dia menyelesaikan setiap permasalahannya di rumah dengan melarikan diri dan mencari teman-temannya untuk bercerita.
- Disamping itu, dia juga memiliki the neurotic need to exploit others (kebutuhan untuk memanfaatkan orang lain). Sikap Winda yang sering berganti-ganti pacar dan memilih pria yang ganteng dan memiliki motor menujukan bahwa winda memiliki kecenderungan akan kebutuhan neurotic ini. Dia tidak malu untuk jalan dengan berbagai pria, pergi dengan banyak pria dan menerima uang, hadiah atau barang-barang pemberian pria-pria tersebut. Winda berusaha memenuhi kebutuhannya dengan memanfaatkan pria-pria yang dekat dengannya.
- Winda juga memiliki kecenderungan dalam the neurotic need for prestige (Pengetahuan Pengakuan sosial/prestise) dimana kurangnya rasa penerimaan dan penghargaan dalam keluarga membuatnya yang kaku dan agak kasar di dalam rumah mencari penghargaan diluar rumah, dengan bersikap ramah, tidak sombong dan tidak pelit sehingga dia memiliki banyak teman diluar rumah yang dekat dengannya. Kebutuhan-kebutuhan neurotik yang dirasakan Winda menghasilkan sikap dasar dalam dirinya yang cenderung melawan pada zona ‘tidaknyamannya’.
DINAMIKA KEPRIBADIAN
- Rasa tidak aman dan kurangnya kasih sayang yang diberikan ibu sejak semasa kecil, menumbuhkan rasa permusuhan dasar dalam diri seorang Winda.
- Winda mengalami kecemasan dasar karenamerasa kesepian dan kurangnya perhatian ibunya karena tidak memberikan kasih sayang terhadap Winda.
- Pertahanan diri terhadap kecemasan, winda cenderung mendekati orang lain yaitu dalam bentuk kencan dengan banyak pria dan juga dengan bersikap ramah, tidak sombong dan tidak pelit sehingga dia memiliki banyak teman diluar rumah yang dekat dengannya.
